Senin, 28 Januari 2013

Latihan Soal UN Bahasa Inggris Jurusan Keagamaan

Text I

Two new species of dinosaurs, one a quick – moving meat-eater and the other a giant-plant eater, have been discovered in Antarctica. The 70 million year-old fossil of the carnivore would have rested for millenniums at the bottom of the Antarctica Sea, while the remains of the 30 meter long eater were found on the top of a mountain.

The little carnivore about 1.8 meters tall was found on James Ross Island, of the coast of the Antarctic Peninsula.

Not yet named, the animal probably floated out to the sea after it died and settled to the bottom of what was then a shallow area of the Weddell Sea. Its bones and teeth suggest it may represent a population of two – legged carnivores that survived in the Antarctic long after other predators took over elsewhere on the globe. “For whatever reason, they were still hanging out on the Antarctic continent.” Case said in a statement.

A second team led by William Hammer of Augustuna College in Rock Island, Illinois, found the 200 million year old plant eater’s fossil’s on a mountaintop 13,000 feet (3,900 meters) high near the Beard more Glacier Now known as Mt. Kirk Patrick, the area was once a soft riverbed.


1. The article informs us about _________.

(A) two species of dinosaurs
(B) the newest discovery in Antarctica
(C) the two kinds of new dinosaurs
(D) the discovery of two species of dinosaurs in Antarctica
(E) a team of researchers was funded by the National Science Foundation


2. The main idea of the first paragraph is _________.

(A) The two species of dinosaurs are carnivores and herbivores
(B) The two species were funded by the National Science Foundation
(C) The two species are a quick moving meat-eater and a giant plant – eater
(D) The two species of dinosaurs were floating at the bottom of the Weddell Sea
(E) Two new species of dinosaurs have been discovered in Antarctica


3. The following information is about the giant plant eater dinosaur, EXCEPT _________.

(A) It is 30 meters long
(B) It is 200 million years old
(C) It is 1.8 meters tall
(D) It is found on the top of a mountain
(E) It is found by William Hammer


4. “It is bones and teeth suggest it may represent population of two legged carnivores that survived in the Antarctic ….” (Paragraph 4).

The underlined word means _________.

(A) show
(B) explain
(C) inform
(D) portray
(E) symbolize


Text II

The world’s economic and political landscape …(5)… radical transportation since the movement was born at a summit meeting on September 1st, 1960 in Belgrade, the capital of what was then Yugoslavia.

In the cold war climate of those days, leaders of the 25 developing countries all African and Asian with he exception of Yugoslavia and Cyprus agreed …(6)… a strategy of political …(7)… or non alignment with regard to the two major political blocks …(8)… by the Soviet Union (now Russia) and the United States.

5. (A) undergo
(B) underwent
(C) have undergone
(D) had undergone
(E) has undergone

6. (A) to adopt
(B) adopted
(C) adopting
(D) adopts
(E) to be adopted

7. (A) neutrality
(B) neutral
(C) neutralization
(D) neutralize
(E) neutral

8. (A) submitted
(B) steered
(C) staved
(D) led
(E) injected


9. "Have the boys eaten their breakfast?" "Not yet, they _________."

(A) have taken a bath
(B) will take a bath
(C) were taking a bath
(D) are still taking a bath
(E) have been taken a bath


10. “How long has Mr. Richard been the lecturer of our University?”

"Since I _________ this University."

(A) entered
(B) have been entering
(C) have entered
(D) was entered
(E) am entering

Minggu, 27 Januari 2013

KEWAJIBAN ANAK TERHADAP ORANG TUA

  “7 Tanggung Jawab Anak terhadap Orang Tua” 
1. Menghayati Tugas Orang Tua
“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: ‘Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri’.” (QS. Al-Ahqaaf: 15)
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS. Luqman: 14)
“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: ‘Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil’.” (QS. Al-Israa’: 24)
Pada ketiga ayat di atas, Allah memaparkan
perjalanan orang tua, khususnya ibu, dalam mengarungi kehidupan anak sejak masih janin sampai dengan anak melangkah dewasa. Pengalaman-pengalaman pahit yang diderita seorang ibu tidak dapat digantikan oleh pihak lain, namun sang ibu tetap dengan penuh kesadaran dan kesungguhan menerimanya secara ikhlas mengarungi penderitaan demi penderitaan, kesulitan demi kesulitan, kepayahan demi kepayahan, untuk menjadikan anaknya dapat mencapai tingkat pertumbuhan fisik, mental maupun intelektual, menuju pada tingkat kesempurnaan sebagai manusia yang sanggup menempuh dunia ini secara layak.
Jadi, pada prinsipnya, yang harus kita sadari ialah bahwa segala pengorbanan orang tua kita sama sekali tidak pernah dapat diganti dan diimbangi dengan berapapun materi yang kita miliki. Kita tidak dapat membalas pengorbanannya sampai kapanpun. Sebaliknya, orang tua kita merasa cukup dirinya terbalas jika anak berbakti kepadanya dan hidup di jalan yang benar.
2. Hormat dalam Ucapan dan Perbuatan
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. Al-Israa’: 23)
Ayat di atas dengan tegas menetapkan suatu tanggung jawab anak terhadap kedua orang tuanya yang masih hidup, baik serumah dengan mereka atau telah berpisah. Jika dalam keseharian anak bersama dengan orang tuanya, maka anak dengan sungguh-sungguh berkewajiban menunjukkan sikap hormat dan mengucapkan kata-kata yang menyatakan rasa memuliakan mereka. Pada ayat ini dengan tegas Allah menggunakan kata-kata: “Tuhanmu telah menetapkan”, bukan hanya berupa kata-kata: “Berbuatlah baik kamu kepada orang tuamu”. Dengan adanya penegasan “Tuhanmu telah menetapkan”, maka keharusan anak untuk bersikap hormat dan berbakti kepada kedua orang tuanya merupakan suatu kewajiban agama secara mutlak.
Selain itu, ayat di atas telah menetapkan adanya beberapa kewajiban anak terhadap orang tua. Pertama, kewajiban berlaku baik. Kedua, anak dilarang mengucapkan kata-kata yang berkonotasi atau mempunyai arti merendahkan orang tua. Ketiga, anak dilarang menghardik orangtua.
Jadi, kapanpun dalam keadaan bagaimanapun anak wajib menghormati orang tuanya baik dalam ucapan dan perbuatan.
3. Menundukkan Diri di Hadapan Orang Tua
“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan …” (QS. Al-Israa’: 24)
Ayat ini secara rinci mengupas tentang pengertian dan pemahaman yang benar mengenai sikap anak dalam bertatap muka dengan orang tua.
Dalam beberapa riwayat disebutkan mengenai sikap Fathimah, putri Rasulullah saw terhadap Rasulullah saw pada saat berkunjung ke rumahnya. Ketika Fathimah menyambutnya, jika ia sedang duduk, maka ia segera berdiri menyambut kedatangan ayahandanya itu, lalu ia dudukkan Rasulullah saw di tempat duduknya, kemudian Fathimah membungkukkan badan, mencium kedua lutut Rasulullah saw. Dalam menghadapi sikap Fathimah yang demikian itu, Rasulullah saw sendiri tidak melarangnya, bahkan beliau menyambutnya dengan mencium dahi Fathimah.
Jadi, menundukkan diri di hadapan orang tua merupakan kewajiban anak yang tidak boleh diabaikan. Mengabaikan hal tersebut berarti dosa dan durhaka terhadap Allah dan Rasul-Nya.
4. Menjaga Kehormatan Orang Tua
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash, sesungguhnya Rasulullah saw pernah bersabda: “Termasuk golongan dosa besar ialah perbuatan seseorang yang memaki ibu bapaknya.” Lalu mereka bertanya: “Wahai Rasulullah, bagaimana seseorang itu memaki ibu bapaknya?” Sabdanya: “Yaitu seseorang memaki ayah orang lain, lalu orang lain itu membalas memaki ayah orang tersebut; dan ia mencaci ibunya, lalu ia balas mencaci ibunya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Yang dimaksud dengan menjaga kehormatan orang tua ialah menjaga kehormatan dan martabat orang tua dalam lingkungan pergaulan di tengah masyarakat. Ini merupakan kewajiban anak terhadap orang tuanya, baik ketika berhadapan dengan orang tuanya ataupun dalam pergaulan dengan teman-temannya sehari-hari.
Dalam pergaulannya sehari-hari, anak wajib menjaga martabat dan kehormatan orang tuanya. Ia tidak boleh merendahkan martabat orang tuanya secara tidak langsung. Karena itu, kehormatan orang tua tidak boleh dijadikan bahan olok-olokan, baik dilakukan secara serius maupun sekedar bermain-main. Dalam menghormati ibu bapaknya, seorang anak harus menempatkan mereka di atas kehormatan dirinya sendiri. Jika anak berhadapan dengan ibu bapaknya, maka hendaklah ia mendudukkan sang ibu dan bapaknya lebih dulu sebelum ia sendiri duduk. Jika anak hendak berdiri untuk berjalan lewat depan orang tuanya, maka hendaklah ia tidak berjalan dengan membusungkan dada dan dengan derap langkah kesombongan. Walaupun posisi anak lebih tinggi daripada orang tuanya, anak tetap harus mengakui orang tuanya, ia tidak boleh merasa malu dengan tidak mengakuinya.
Jika dalam penegakan keadilan atau hukum yang benar, di sini tak dipandang dari sudut martabat dan kehormatan orang tua. Karena dalam menegakkan keadilan dan kebenaran, tanggung jawab utama kita adalah kepada Allah SWT. Dalam hal bertanggung jawab kepada Allah ini, kita wajib mendahulukan hak Allah daripada hak manusia.
Dengan kata lain, bagaimanapun kondisi orang tua kita, kita wajib menjunjung tinggi martabatnya di mana dan kapan pun kita berada.
5. Mengutamakan Kepentingan Orang Tua daripada Kepentingan Masyarakat
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash, ia berkata: Seorang laki-laki datang kepada Nabi saw, lalu ia berkata: “Saya berbai’at kepada Tuan untuk hijrah dan berjihad mencari pahala dari sisi Allah Ta’ala.” Lalu Nabi saw bertanya: “Apakah engkau mempunyai orang tua yang masih hidup?” Jawabnya: “Masih, bahkan kedua-duanya.” Lalu Nabi saw bertanya: “Apakah kamu mau pahala dari sisi Allah?” Jawabnya: “Ya.” Lalu beliau bersabda: “Pulanglah kepada ibu bapakmu dan santunilah kedunya dengan baik.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Kasus yang terjadi dalam riwayat di atas member kejelasan kepada kita bagaimana cara yang ditetapkan Islam jika anak menghadapi dua kepentingan yang berbeda dalam waktu yang bersamaan, antara kepentingan orang tua dan kepentingan umum. Penegasan Rasulullah saw pada bagian akhir Hadits di atas adalah perintah kepada anak agar pulang kepada ibu bapaknya untuk menyantuni kepentingan mereka dengan sebaik-baiknya dan tidak meninggalkan mereka untuk berjihad dan berhijrah. Ini berarti dalam pandangan Islam, kepentingan orang tua terletak di atas kepentingan masyarakat. Karena itu, tidak ada alasan bagi anak untuk berdalih mengutamakan kepentingan masyarakat daripada kepentingan ibu bapaknya yang menuntut pengabdian anak dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka.
Jadi, apabila terjadi perbenturan kepentingan antara kepentingan orang tua dengan masyarakat, maka anak harus mendahulukan kepentingan orang tuanya.
6. Mengutamakan Kepentingan Ibu daripada Kepentingan Ayah
“Tangan orang yang memberi adalah lebih tinggi, karena itu mulailah dari orang yang engkau tanggung: ibumu, bapakmu, kemudian saudara perempuanmu, saudara laki-lakimu, kemudian orang yang masi dekat denganmu, lalu orang berikutnya yang masih dekat denganmu pula.” (HR. Nasa’i)
Di dalam Hadits di atas disebutkan dengan tegas bahwa kepentingan ibu harus didahulukan daripada kepentingan bapak. Karena itu, bila seorang anak pada saat yang sama menghadapi permintaan orang tuanya dan ia hanya mampu mengabulkan salah satunya saja, maka anak wajib mendahulukan kepentingan ibunya. Penetapan hokum semacam ini oleh para ahli ushul fiqih disebut berdasarkan dhilalatul isyarah.
Mungkin saja orang akan menolak cara penetapan hokum berdasarkan dhilalatul isyarah, karena hal itu dipandang sebagai hal yang bertentangan dengan ayat lain yang tidak membedakan antara hak ibu dan hak ayah dalam memperoleh ketaatan dan perlakuan baik anak-anaknya. Terhadap pendapat ini dapat kita jelaskan bahwa karena ayat tersebut sifatnya umum, maka adanya uraian rinci pada QS. Al-Ahqaaf : 15 tidaklah bertentangan, tetapi justru member gambaran yang jelas pada ayat yang masih umum di atas.
Jadi, mendahulukan kepentingan ibu daripada ayah tetap merupakan kewajiban anak terhadap orang tua.
7. Menghormati Agama Orang Tua
“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Luqman: 15)
Ayat ini dengan tegas memerintahkan anak menghormati kedua orang tuanya yang bukan Muslim walaupun orang tua selalu dan terus berusaha mengajak anak pindah ke agamanya yang tidak benar. Ayat ini pun menegaskan agar anak tetap berpegang teguh pada Islam dan tidak mengikuti ajaran orang tuanya yang sesat. Anak diperintah oleh Allah mengambil garis tegas antara perbedaan keyakinan agamanya dengan orang tuanya dan tetap menjalankan kewajiban menghormati mereka.
 Sumber: Mufidah's Blog

Kamis, 17 Januari 2013

Debat Kelas XII Keagamaan 1

Apakah saat ini kita di uji atau di azab?
pada dasarnya saat ini kita di uji. karena kita dibekali dengan adanya akal dan nafsu, yang dari keduanya tersebut kita bisa memilih atau mengetahui mana yang baik dan buruk.

 inti:
SEGALA SESUATU YANG MEMBUAT KITA SEMAKIN JAUH DENGAN ALLAAH = AZAB
SEGALA SESUATU YANG MEMBUAT KITA SEMAKIN DEKAT DENGAN ALLAAH = UJIAN

*Debat with Ust. Heri

wallaahu a'lamu bishshowaab.

Kamis, 03 Januari 2013

QS Al-A'raf: 16-17

Bismillaah...
"cara iblis menggoda manusia"
Iblis akan mendatangi manusia dari segala penjuru. Seperti dlm firman ALLAH QS Al-A'raf:16-17 yg artinya:
"iblis menjawab: 'karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar2 akan (menghalang-halangi) mereka (manusia) dari jalan Engkau yg lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari depan & belakang mereka, dari kanan & kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (ta'at)'.
Ibnu Abbas menafsirkan ayat tsb sbg berikut:
'...dari arah depan...' yakni 'aku akan membuat mereka ragu thd akhiratnya'
'...belakang...' yakni 'aku buat mereka mencintai dunia mereka'
'...kanan...' yakni 'aku akan memberikan pemikiran rancu thd agama mereka'
'...dan dari kiri mereka' yakni 'aku akan membuat mereka menyukai maksiat'.
Diantara yg banyak trdapat di al-Qur'an adlh ungkapan bahwasanya manusia merupakan makhluk yg sulit berterima kasih/ bersyukur. & ini adlh bukti pekerjaan syaitan.
-pengertian syaithan-
Al-syaithan mnurut pngertian hakiki adlh makhluk Allaah. Sedang pengetian maknawinya adlh suatu sifat/ watak yg jauh dr kebaikan & berlawanan dgn wahyu/ ajaran Tuhan. Sifat ini bs ditemukan pd diri manusia & jin. Sbgmna sabda Rasulullaah kpd Abu Dzarr, "wahai abu dzarr! Berlindunglah kamu dr setan2 manusia & jin". Lalu Abu Dzarr bertanya, "apakah manusia memiliki setan2?" Rasulullaah menjawab, "Ya".

Sumber: Facebook of Maria Ulfa Rohmati (Rahma160496@yahoo.com)

Jumat, 23 November 2012

Jurusan Keagamaan Angkatan Pertama di Surabaya Siap "Go UNAS"

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Tips islami  ini semoga bermanfaat dan dapat menjadi bagian dari kiat sukses dan persiapan menghadapi Ujian Nasional yang pada gilirannya menjadi bagian dari keberhasil siswa secara keseluruhan.
Persiapan termasuk satu hal penting diantara hal lainnya dalam upaya meraih keberhasilan, apalagi waktu menuju saat UN tidaklah jauh lagi. Kesuksesan selalu diawali dengan kerja keras (cerdas) dan persiapan yang matang. Dalam sebuah kitab yang berjudul mausu’aturradd ‘alal madzaahibil fikriyah al-mu’ashirah karya Ali Bin Naif as-Syahudi dikatakan :
فَمَنْ كَانَ لَدَيْهِ الْقُدْرَةِ وَالْاِسْتِعْدَادِ لِلْعَمَلِ سَوْفَ يَنْجَحْ
“barangsiapa yang mempunyai kemampuan dan persiapan matang untuk melakukan sesuatu, maka dia akan berhasil”
Saya mengawali tips islami ini dengan sebuah pertanyaan : “siapa yang paling berjasa dalam hidup Anda?” mungkin sebagian ada yang bertanya, apa hubungannya pertanyaan tersebut dengan tips menghadapi UN. Jawabannya adalah sangat dekat. Hal ini disebabkan, jawaban yang muncul dari pertanyaan tersebut akan menentukan langkah apa yang harus dilakukan demi sukses UN tersebut.
Tanpa bermaksud menafikan peran dan jasa pihak yang lain dalam kesuksesan, menurut saya, yang paling berjasa dan berperan dalam kehidupan setiap peserta didik adalah Allah, orang tua dan guru.
Allah adalah Dzat tempat berharap, Dzat tempat memohon, Dzat yang mengatur kehidupan manusia, Dzat yang memberi keberhasilan dan kegagalan, dan Dzat yang mampu merubah nasib manusia. Adapun orang tua merupakan orang yang berjasa besar dalam proses kehidupan kita, sejak dalam kandungan hingga dewasa. Keberadaan mereka sangat tinggi dan mulia dalam pandangan Allah. Karena mempunyai kedudukan yang tinggi tersebut, Allah memerintahkan setiap anak untuk berterima kasih kepada mereka pada urutan kedua setelah Allah. Dan juga keridho-an ataupun kemurkaan Allah kepada setiap anak manusia sangat ditentukan oleh keridho-an dan kemurkaan kedua orang tua.
Sedangkan guru adalah orang yang dengan sabar, telaten, gemati, dan penuh tanggung jawab mendidik dan mentransfer ilmunya kepada kita dalam proses pendidikan yang kita lakukan. Mereka, para guru, mendedikasikan segalanya demi keberhasilan pendidikan dan juga keberhasilan para siswa yang dibimbingnya.
Tips Islami Menghadapi Ujian Nasional
Setelah mengetahui pihak yang paling berjasa dan berperan dalam sukses kita, sekarang marilah kita berbicara tentang tips islami dalam meraih keberhasilan UN. Agar setiap peserta didik sukses dalam UN-nya, maka satu hal yang harus dilakukan adalah : perlakukan mereka yang berperan dan berjasa dalam kehidupan dengan semestinya! Tips islami yang saya maksud dalam menghadapi UN adalah bagaimana kita memperlakukan pihak-pihak yang berjasa dan berperan dalam kehidupan kita sebagaimana seharusnya.
Agar berhasil dalam Ujian Nasional (UN), kepada Allah para siswa harus :
  1. Menghamba kepada-Nya dengan beribadah secara sungguh-sungguh : memperbanyak shalat sunnah, puasa sunnah, dsb
  2. Memuji-Nya dengan ikhlas
  3. Memohon kepada-Nya dengan khusu’ dan penuh harap
  4. Mencari ridho Allah dengan banyak berbuat kebaikan di dunia, termasuk banyak bersodaqah
  5. Bertawakkal kepada-Nya setelah berusaha dengan sungguh-sungguh.
Catatan : dalam berdoa pergunakan waktu-waktu yang baik, misalnya adalah saat selesai shalat dan pada sepertiga malam yang terakhir sehabis menjalankan shalat tahajud. Sepertiga malam yang terakhir (antara jam 02.00 hingga menjelang subuh) adalah waktu yang paling baik untuk berdoa.
Agar berhasil dalam Ujian Nasional (UN), kepada orang tua siswa harus : mencari ridho mereka. Artinya, kita tidak melakukan sesuatu yang menyebabkan orang tua marah, murka dan mengata-ngatai (mengutuk) kita dengan kata-kata yang buruk. Ingat kata-kata yang terucap dari mulut kedua orang tua kita (terlebih ibu) kepada kita dianggap oleh Allah sebagai sebuah permintaan dan sangat mudah untuk dikabulkan oleh Allah. Maka kita harus selalu melakukan hal-hal positif yang dapat menyebabkan orang tua bangga, bahagia dan ridho kepada kita.
Ridho orang tua dapat diperoleh dengan :
  1. Berbuat baik kepada keduanya (birrul walidain)
  2. Menghindari kedurhakaan kepada keduanya
  3. Mentaati perintahnya
  4. Segera mohon maaf atas kesalahan kita
  5. Mohon dido’akan
Catatan : kata-kata orang tua (khususnya ibu) untuk anak-anaknya dianggap oleh Allah sebagai doa dan sangat makbul (mudah dikabulkan oleh Allah).
رِضَى اللهِ فِي رِضَى الْوَالِدَيْنِ وَسَخَطُ اللهِ فِي سَخَطِ الْوَالِدَيْنِ
“Ridho Allah tergantung kepada ridho kedua orang tua dan murka Allah juga tergantung kepada murka kedua orang tua” (HR. Tirmidzi dari Abdullah bin Amr)
Agar berhasil dalam Ujian Nasional (UN), kepada guru siswa harus :
  1. Menghormati dan menghargainya
  2. Mentaati perintahnya
  3. Mengerjakan tugas yang diberikan
  4. Menjadikannya sebagai guru, di dalam maupun di luar madrasah
  5. Segera meminta maaf atas kesalahan yang kita perbuat
Peran diri sendiri
Siswa juga memiliki peran yang sangat besar dalam keberhasilan UN. Hal-hal yang dirasa perlu untuk dikerjakan demi sukses dalam ujian nasional (UN) adalah antara lain :
  1. Kerja keras
  2. Sungguh-sungguh
  3. Pantang menyerah
  4. Menentukan target
  5. Tidak mudah mengeluh
  6. Menghindari kemalasan
  7. Berdo’a
Dalam sebuah pepatah berbahasa Arab dikatakan :
مَنْ جَدَّ وَجَدَ
“siapa yang giat, sungguh-sungguh (kerja keras dan cerdas) dia yang dapat”
Demikian tips Islami bagaimana sukses UN 2012, semoga bemanfaat bagi semuanya

Sumber:
http://history1978.wordpress.com/2012/01/24/tips-islami-sukses-un-2012/

Kamis, 22 November 2012

Kekejaman Israel yang Terkutuk

Bilmillaahirrohmaanirrohiim
"Asyhadu allaa ilaaha illallaah wa asyhadu anna muhammadarrosuulullaah"

 

 Tiada yang lebih di tangisi oleh umat Islam selain Masjid Al-Aqsa di Kota Suci Al Quds, Baitulmaqdis berada dalam cengkaman rejim zionis Israel hingga ke hari ini.Cengkaman tersebut menyebabkan umat Islam dinafikan untuk keluar masuk melakukan solat di dalamnya. Lebih memedihkan, Israel merancang untuk melenyapkan masjid itu dari muka bumi ini.

Ikuti fakta-fakta kekejaman Israel di Bumi Palestin:

  • Langsung tidak masuk akal, tetapi itulah realitinya pada hari ini apabila umat Islam yang setiap kali hendak beribadat dan solat lima waktu di Masjid Al-Aqsa, rejim Israel akan mengenakan cukai sembahyang AS$7 (kira-kira RM21) sekepala. Jika tidak, mereka dengan gembira akan menghalau umat Islam daripada memasuki masjid tersebut.
  • Apabila sekatan demi sekatan mereka kenakan, akhirnya Masjid Al-Aqsa tidak lagi dikunjungi oleh umat Islam kerana tentunya mereka tidak mampu untuk membayar cukai yang tidak masuk akal itu. Akhirnya apabila tiada lagi umat Islam ke masjid itu, ia akan dijadikan alasan oleh rejim Israel untuk mengambil alih dan seterusnya merobohkan masjid tersebut untuk dibina Kuil Haikal (Solomon Temple) yang kononnya terletak di tapak Masjid Al-Aqsa tersebut.
  • Selama 64 tahun terbentuknya negara haram Israel dan 45 tahun Baitulmaqdis dijajah oleh rejim angkuh itu, pelbagai bentuk tindakan kurang ajar dan biadap dilakukan ke atas tempat-tempat suci dan rumah-rumah ibadat terutamanya milik Islam dan Kristian.
  • Perlu disedari, ketika berlakunya Perang 1948 itu, Israel mengusir keluar lebih daripada 800,000 penduduk Palestin dengan 100,000 daripada mereka adalah beragama Kristian.
  • Rejim itu turut memusnahkan 492 perkampungan asal Palestin, 480 masjid dengan 14 buah masjid ditukar menjadi kilang, kelab-kelab hiburan dan kandang ternakan haiwan.
  • Manakala 410 tanah perkuburan Islam lama dan baru dibongkar dan diratakan yang kemudian menyaksikan mereka mendirikan pelbagai premis di atas tapak kubur tersebut.
  • Hotel Hilton di ibu negara Israel, Tel Aviv misalnya, didirikan di atas tanah perkuburan Islam Abed An Nabi. 
  • Tanah perkuburan Mamilla dipercayai wakaf perkuburan milik orang Islam Palestin yang terletak di tengah-tengah bandar Baitulmaqdis telah bertukar menjadi hotel mewah. Reka bentuk Hotel Mamilla disifatkan sebagai yang terhebat bertaraf dunia .
  • Bayangkan apa dosa sebuah tanah perkuburan yang berusia ratusan tahun penduduk Palestin dirobohkan dan dilenyapkan. Lalu tergamak didirikan segala macam premis bangunan. Sedangkan, mereka boleh dirikan di atas tanah lain tanpa perlu membongkar kubur-kubur lama tersebut. Alasannya, kubur-kubur tersebut tidak ada permit dan tiada siapa boleh mempersoalkan kewajaran tindakan rakus mereka itu.
  • Hak mereka sebagai penduduk pribumi dinafikan tanpa ada sebarang kompromi, jauh sekali belas ihsan. Sekali gus menjadikan Baitulmaqdis, bandar yang penuh dengan tekanan.
  • Rakyat Palestin tidak seperti orang luar yang bebas bergerak ke mana sahaja. Mereka perlu melalui check point yang terlalu banyak. Ada kawasan-kawasan tertentu yang tidak dibenarkan untuk mereka masuki ataupun melaluinya. Jadi rakyat Palestin terpaksa berpatah balik dan melalui jalan lain.
  • Bukan itu sahaja, bagi mereka yang bekerja di Baitulmaqdis, permit kerja yang dikeluarkan sangat susah sehingga setiap maklumat perlu diperincikan termasuklah tempoh masa bekerja. Jika tertera masa bekerja bermula pukul 8 pagi sehingga 5 petang, mereka akan dihujani dengan pelbagai soalan oleh pegawai di check point sekiranya tiba melepasi waktu itu.
  • Boleh dikatakan hampir setiap 10 meter perlu melalui pemeriksaan askar Israel dan lelaki yang berusia 10 sehingga 40 tahun, langsung tidak dibenarkan masuk ke masjid itu.
  • Pembinaan tembok-tembok pemisah yang didirikan Israel juga jelas menunjukkan berlakunya rampasan tanah rakyat Palestin. Mereka bina tembok itu sehingga masuk ke dalam kawasan milik rakyat Palestin. Selain memisahkan penempatan rakyat Palestin ia juga memaksa mereka berpusing jauh untuk ke sekolah dan hospital.
  • Kesemua tindakan biadap Israel itu merupakan untuk menyahudikan seluruh Baitulmaqdis dengan memadamkan ciri-ciri asal kota suci yang merupakan pusat agama, budaya dan kesenian tiga agama sejak dahulu lagi.
  • Usaha tersebut bertambah rancak dengan membawa masuk seramai mungkin pendatang-pendatang haram Yahudi dari seluruh dunia untuk ditempatkan di sekitar Baitulmaqdis.
  • Penempatan itu kini telah meliputi kawasan seluas 112.13 kilometer persegi atau 47.7 peratus dari kawasan Kota Al Quds yang dikelilingi oleh Tembok Pemisah yang kini telah menempatkan 236,480 pendatang Yahudi.
  • Ia melebihi penduduk asal Palestin yang kini tinggal seramai 151,423 yang terkepung di dalam kawasan tembok tersebut.
Dengan terpaksa hidup dalam pelbagai tekanan dan sekatan, sekali gus menafikan keseluruhan hak-hak rakyat Palestin sebagai penduduk asal. 

Sumber :
http://www.lamankongsi.com/2012/03/fakta-kekejaman-israel-terhadap-rakyat.html