Jumat, 23 November 2012

Jurusan Keagamaan Angkatan Pertama di Surabaya Siap "Go UNAS"

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Tips islami  ini semoga bermanfaat dan dapat menjadi bagian dari kiat sukses dan persiapan menghadapi Ujian Nasional yang pada gilirannya menjadi bagian dari keberhasil siswa secara keseluruhan.
Persiapan termasuk satu hal penting diantara hal lainnya dalam upaya meraih keberhasilan, apalagi waktu menuju saat UN tidaklah jauh lagi. Kesuksesan selalu diawali dengan kerja keras (cerdas) dan persiapan yang matang. Dalam sebuah kitab yang berjudul mausu’aturradd ‘alal madzaahibil fikriyah al-mu’ashirah karya Ali Bin Naif as-Syahudi dikatakan :
فَمَنْ كَانَ لَدَيْهِ الْقُدْرَةِ وَالْاِسْتِعْدَادِ لِلْعَمَلِ سَوْفَ يَنْجَحْ
“barangsiapa yang mempunyai kemampuan dan persiapan matang untuk melakukan sesuatu, maka dia akan berhasil”
Saya mengawali tips islami ini dengan sebuah pertanyaan : “siapa yang paling berjasa dalam hidup Anda?” mungkin sebagian ada yang bertanya, apa hubungannya pertanyaan tersebut dengan tips menghadapi UN. Jawabannya adalah sangat dekat. Hal ini disebabkan, jawaban yang muncul dari pertanyaan tersebut akan menentukan langkah apa yang harus dilakukan demi sukses UN tersebut.
Tanpa bermaksud menafikan peran dan jasa pihak yang lain dalam kesuksesan, menurut saya, yang paling berjasa dan berperan dalam kehidupan setiap peserta didik adalah Allah, orang tua dan guru.
Allah adalah Dzat tempat berharap, Dzat tempat memohon, Dzat yang mengatur kehidupan manusia, Dzat yang memberi keberhasilan dan kegagalan, dan Dzat yang mampu merubah nasib manusia. Adapun orang tua merupakan orang yang berjasa besar dalam proses kehidupan kita, sejak dalam kandungan hingga dewasa. Keberadaan mereka sangat tinggi dan mulia dalam pandangan Allah. Karena mempunyai kedudukan yang tinggi tersebut, Allah memerintahkan setiap anak untuk berterima kasih kepada mereka pada urutan kedua setelah Allah. Dan juga keridho-an ataupun kemurkaan Allah kepada setiap anak manusia sangat ditentukan oleh keridho-an dan kemurkaan kedua orang tua.
Sedangkan guru adalah orang yang dengan sabar, telaten, gemati, dan penuh tanggung jawab mendidik dan mentransfer ilmunya kepada kita dalam proses pendidikan yang kita lakukan. Mereka, para guru, mendedikasikan segalanya demi keberhasilan pendidikan dan juga keberhasilan para siswa yang dibimbingnya.
Tips Islami Menghadapi Ujian Nasional
Setelah mengetahui pihak yang paling berjasa dan berperan dalam sukses kita, sekarang marilah kita berbicara tentang tips islami dalam meraih keberhasilan UN. Agar setiap peserta didik sukses dalam UN-nya, maka satu hal yang harus dilakukan adalah : perlakukan mereka yang berperan dan berjasa dalam kehidupan dengan semestinya! Tips islami yang saya maksud dalam menghadapi UN adalah bagaimana kita memperlakukan pihak-pihak yang berjasa dan berperan dalam kehidupan kita sebagaimana seharusnya.
Agar berhasil dalam Ujian Nasional (UN), kepada Allah para siswa harus :
  1. Menghamba kepada-Nya dengan beribadah secara sungguh-sungguh : memperbanyak shalat sunnah, puasa sunnah, dsb
  2. Memuji-Nya dengan ikhlas
  3. Memohon kepada-Nya dengan khusu’ dan penuh harap
  4. Mencari ridho Allah dengan banyak berbuat kebaikan di dunia, termasuk banyak bersodaqah
  5. Bertawakkal kepada-Nya setelah berusaha dengan sungguh-sungguh.
Catatan : dalam berdoa pergunakan waktu-waktu yang baik, misalnya adalah saat selesai shalat dan pada sepertiga malam yang terakhir sehabis menjalankan shalat tahajud. Sepertiga malam yang terakhir (antara jam 02.00 hingga menjelang subuh) adalah waktu yang paling baik untuk berdoa.
Agar berhasil dalam Ujian Nasional (UN), kepada orang tua siswa harus : mencari ridho mereka. Artinya, kita tidak melakukan sesuatu yang menyebabkan orang tua marah, murka dan mengata-ngatai (mengutuk) kita dengan kata-kata yang buruk. Ingat kata-kata yang terucap dari mulut kedua orang tua kita (terlebih ibu) kepada kita dianggap oleh Allah sebagai sebuah permintaan dan sangat mudah untuk dikabulkan oleh Allah. Maka kita harus selalu melakukan hal-hal positif yang dapat menyebabkan orang tua bangga, bahagia dan ridho kepada kita.
Ridho orang tua dapat diperoleh dengan :
  1. Berbuat baik kepada keduanya (birrul walidain)
  2. Menghindari kedurhakaan kepada keduanya
  3. Mentaati perintahnya
  4. Segera mohon maaf atas kesalahan kita
  5. Mohon dido’akan
Catatan : kata-kata orang tua (khususnya ibu) untuk anak-anaknya dianggap oleh Allah sebagai doa dan sangat makbul (mudah dikabulkan oleh Allah).
رِضَى اللهِ فِي رِضَى الْوَالِدَيْنِ وَسَخَطُ اللهِ فِي سَخَطِ الْوَالِدَيْنِ
“Ridho Allah tergantung kepada ridho kedua orang tua dan murka Allah juga tergantung kepada murka kedua orang tua” (HR. Tirmidzi dari Abdullah bin Amr)
Agar berhasil dalam Ujian Nasional (UN), kepada guru siswa harus :
  1. Menghormati dan menghargainya
  2. Mentaati perintahnya
  3. Mengerjakan tugas yang diberikan
  4. Menjadikannya sebagai guru, di dalam maupun di luar madrasah
  5. Segera meminta maaf atas kesalahan yang kita perbuat
Peran diri sendiri
Siswa juga memiliki peran yang sangat besar dalam keberhasilan UN. Hal-hal yang dirasa perlu untuk dikerjakan demi sukses dalam ujian nasional (UN) adalah antara lain :
  1. Kerja keras
  2. Sungguh-sungguh
  3. Pantang menyerah
  4. Menentukan target
  5. Tidak mudah mengeluh
  6. Menghindari kemalasan
  7. Berdo’a
Dalam sebuah pepatah berbahasa Arab dikatakan :
مَنْ جَدَّ وَجَدَ
“siapa yang giat, sungguh-sungguh (kerja keras dan cerdas) dia yang dapat”
Demikian tips Islami bagaimana sukses UN 2012, semoga bemanfaat bagi semuanya

Sumber:
http://history1978.wordpress.com/2012/01/24/tips-islami-sukses-un-2012/

Kamis, 22 November 2012

Kekejaman Israel yang Terkutuk

Bilmillaahirrohmaanirrohiim
"Asyhadu allaa ilaaha illallaah wa asyhadu anna muhammadarrosuulullaah"

 

 Tiada yang lebih di tangisi oleh umat Islam selain Masjid Al-Aqsa di Kota Suci Al Quds, Baitulmaqdis berada dalam cengkaman rejim zionis Israel hingga ke hari ini.Cengkaman tersebut menyebabkan umat Islam dinafikan untuk keluar masuk melakukan solat di dalamnya. Lebih memedihkan, Israel merancang untuk melenyapkan masjid itu dari muka bumi ini.

Ikuti fakta-fakta kekejaman Israel di Bumi Palestin:

  • Langsung tidak masuk akal, tetapi itulah realitinya pada hari ini apabila umat Islam yang setiap kali hendak beribadat dan solat lima waktu di Masjid Al-Aqsa, rejim Israel akan mengenakan cukai sembahyang AS$7 (kira-kira RM21) sekepala. Jika tidak, mereka dengan gembira akan menghalau umat Islam daripada memasuki masjid tersebut.
  • Apabila sekatan demi sekatan mereka kenakan, akhirnya Masjid Al-Aqsa tidak lagi dikunjungi oleh umat Islam kerana tentunya mereka tidak mampu untuk membayar cukai yang tidak masuk akal itu. Akhirnya apabila tiada lagi umat Islam ke masjid itu, ia akan dijadikan alasan oleh rejim Israel untuk mengambil alih dan seterusnya merobohkan masjid tersebut untuk dibina Kuil Haikal (Solomon Temple) yang kononnya terletak di tapak Masjid Al-Aqsa tersebut.
  • Selama 64 tahun terbentuknya negara haram Israel dan 45 tahun Baitulmaqdis dijajah oleh rejim angkuh itu, pelbagai bentuk tindakan kurang ajar dan biadap dilakukan ke atas tempat-tempat suci dan rumah-rumah ibadat terutamanya milik Islam dan Kristian.
  • Perlu disedari, ketika berlakunya Perang 1948 itu, Israel mengusir keluar lebih daripada 800,000 penduduk Palestin dengan 100,000 daripada mereka adalah beragama Kristian.
  • Rejim itu turut memusnahkan 492 perkampungan asal Palestin, 480 masjid dengan 14 buah masjid ditukar menjadi kilang, kelab-kelab hiburan dan kandang ternakan haiwan.
  • Manakala 410 tanah perkuburan Islam lama dan baru dibongkar dan diratakan yang kemudian menyaksikan mereka mendirikan pelbagai premis di atas tapak kubur tersebut.
  • Hotel Hilton di ibu negara Israel, Tel Aviv misalnya, didirikan di atas tanah perkuburan Islam Abed An Nabi. 
  • Tanah perkuburan Mamilla dipercayai wakaf perkuburan milik orang Islam Palestin yang terletak di tengah-tengah bandar Baitulmaqdis telah bertukar menjadi hotel mewah. Reka bentuk Hotel Mamilla disifatkan sebagai yang terhebat bertaraf dunia .
  • Bayangkan apa dosa sebuah tanah perkuburan yang berusia ratusan tahun penduduk Palestin dirobohkan dan dilenyapkan. Lalu tergamak didirikan segala macam premis bangunan. Sedangkan, mereka boleh dirikan di atas tanah lain tanpa perlu membongkar kubur-kubur lama tersebut. Alasannya, kubur-kubur tersebut tidak ada permit dan tiada siapa boleh mempersoalkan kewajaran tindakan rakus mereka itu.
  • Hak mereka sebagai penduduk pribumi dinafikan tanpa ada sebarang kompromi, jauh sekali belas ihsan. Sekali gus menjadikan Baitulmaqdis, bandar yang penuh dengan tekanan.
  • Rakyat Palestin tidak seperti orang luar yang bebas bergerak ke mana sahaja. Mereka perlu melalui check point yang terlalu banyak. Ada kawasan-kawasan tertentu yang tidak dibenarkan untuk mereka masuki ataupun melaluinya. Jadi rakyat Palestin terpaksa berpatah balik dan melalui jalan lain.
  • Bukan itu sahaja, bagi mereka yang bekerja di Baitulmaqdis, permit kerja yang dikeluarkan sangat susah sehingga setiap maklumat perlu diperincikan termasuklah tempoh masa bekerja. Jika tertera masa bekerja bermula pukul 8 pagi sehingga 5 petang, mereka akan dihujani dengan pelbagai soalan oleh pegawai di check point sekiranya tiba melepasi waktu itu.
  • Boleh dikatakan hampir setiap 10 meter perlu melalui pemeriksaan askar Israel dan lelaki yang berusia 10 sehingga 40 tahun, langsung tidak dibenarkan masuk ke masjid itu.
  • Pembinaan tembok-tembok pemisah yang didirikan Israel juga jelas menunjukkan berlakunya rampasan tanah rakyat Palestin. Mereka bina tembok itu sehingga masuk ke dalam kawasan milik rakyat Palestin. Selain memisahkan penempatan rakyat Palestin ia juga memaksa mereka berpusing jauh untuk ke sekolah dan hospital.
  • Kesemua tindakan biadap Israel itu merupakan untuk menyahudikan seluruh Baitulmaqdis dengan memadamkan ciri-ciri asal kota suci yang merupakan pusat agama, budaya dan kesenian tiga agama sejak dahulu lagi.
  • Usaha tersebut bertambah rancak dengan membawa masuk seramai mungkin pendatang-pendatang haram Yahudi dari seluruh dunia untuk ditempatkan di sekitar Baitulmaqdis.
  • Penempatan itu kini telah meliputi kawasan seluas 112.13 kilometer persegi atau 47.7 peratus dari kawasan Kota Al Quds yang dikelilingi oleh Tembok Pemisah yang kini telah menempatkan 236,480 pendatang Yahudi.
  • Ia melebihi penduduk asal Palestin yang kini tinggal seramai 151,423 yang terkepung di dalam kawasan tembok tersebut.
Dengan terpaksa hidup dalam pelbagai tekanan dan sekatan, sekali gus menafikan keseluruhan hak-hak rakyat Palestin sebagai penduduk asal. 

Sumber :
http://www.lamankongsi.com/2012/03/fakta-kekejaman-israel-terhadap-rakyat.html